Sewa Mobil Solo ke Pemandian Jolotundo, Pilihan Warga untuk Tradisi Padusan

Sewa Mobil Solo ke Pemandian Jolotundo

Paket sewa mobil Solo IxoTransport kali ini akan membahas tentang Pemandian/Umbul Jolotundo. Mata air ini terletak di Desa Jambeyan, Kecamatan, Karanganom, sekitar delapan kilometer arah selatan pusat Kabupaten Klaten.

Luas pemandian yang sering dibanjiri pengunjung untuk melakukan ritual padusan ini adalah sekitar 220 meter persegi. Luas kompleks wisata pemandian sekitar 500 meter persegi.

Dari luas sedemikian, terdapat tiga kolam renang umum dengan kedalaman bervariasi. Tiap-tiap kolam renang itu berkedalaman dua meter; 1,5 meter; dan satu meter. Seluruh kolam pemandian tidak diberi kaporit sehingga airnya masih murni.

Menurut kabar yang beredar, Pemandian Jolotundo dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1924. Hingga kini, bentuk pemandian belum banyak berubah. Manfaatkan jasa sewa mobil Solo IxoTransport untuk mengantarkan Anda ke Umbul Jolotundo.

Di lain pihak, masyarakat juga memercayai legenda pemandian yang berasal jauh sebelum jaman kolonial, tepatnya di jaman kerajaan-kerajaan masih berkuasa di Nusantara. Alkisah, ada seorang Demang yang memiliki seorang putri bernama Roro Amis. Keluarga Demang ini tinggal di sekitar Umbul Jolotundo.

Roro Amis sebenarnya adalah julukan yang diberikan kepada putri itu. Karena sakit kulit, badan Roro Amis mengeluarkan bau amis. Dia senang berenang dengan menggunakan rakit dari pohon pisang.

Pada suatu ketika, saat sedang bermain di sekitar umbul, Roro Amis jatuh ke dalam umbul. Kaki Roro Amis tertusuk binatang kecil yang mempunyai wujud seperti keong kecil. Anehnya, sejak saat itu, penyakit bau amisnya sembuh.

Meskipun demikian, Roro Amis marah karena tertusuk keong kecil tadi. Dia bersumpah, semua keong yang ada di Umbul Jolotundo akan menjadi tumpul sehingga tidak bisa melukai orang. Dia juga sempat bersumpah bahwa tidak akan ada pohon pisang yang tumbuh di sekitar umbul.

Legenda tentang Umbul Jolotundo ini sangat dipercayai oleh masyarakat setempat. Mereka percaya bahwa menanam pohon pisang di sekitar umbul akan membawa celaka. Cerita ini akhirnya sampai ke telinga Sunan Paku Buwana X. Sang Sunan kemudian mengunjungi tempat ini dan bersuci di umbul.

Di tempat tersebut juga ada sebuah batu unik yang dinamakan “tepak Bisma”. Menurut keyakinan masyarakat, batu tersebut pernah diinjak oleh Bisma, seorang tokoh ksatria dalam kisah pewayangan Jawa. Batu tersebut memang membentuk jejak tapak kaki.

Fasilitas pendukung wisata Pemandian Jolotundo adalah kamar ganti pakaian, toilet, mushola, dan kantin. Hubungi jasa rental mobil Solo untuk memesan paket liburan ke Umbul Jolotundo.

Pemandian Jolotundo berbeda dengan Petirtaan Jolotundo. Yang terakhir disebut ini bertempat di dataran tinggi Trawas kaki Gunung Bekal, tepatnya di Desa Seloliman, Kabupaten Mojokerto. Pertirtaan yang satu ini terletak bersebelahan dengan Candi Jolotundo yang konon dibangun pada jaman kekuasaan Airlangga, jaman kekuasaan kerajaan Majapahit.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s